Beranda » Alam » BPBD Karanganyar Intensifkan Penanganan Karhutla Gunung Lawu, Luas Kebakaran Diperkirakan 800 Hektare

BPBD Karanganyar Intensifkan Penanganan Karhutla Gunung Lawu, Luas Kebakaran Diperkirakan 800 Hektare

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BPBD Karanganyar melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu melalui operasi darat, water bombing sekitar 24.000 liter air, serta pengamanan jalur pipa air bersih. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 800 hektare per 22 Oktober 2026.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu, Karanganyar
Penanganan kebakaran hutan Gunung Lawu dilakukan melalui operasi darat, pemantauan, dan dukungan pemadaman udara. Sumber data: laporan BPBD Karanganyar, 22 Oktober 2026.

KARANGANYAR — Pemerintah bersama unsur terkait terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu. Berdasarkan laporan perkembangan penanganan dari BPBD Karanganyar per Kamis, 22 Oktober 2026, upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat, pembuatan sekat bakar, pengamanan jalur pipa air bersih, serta dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter.

Laporan tersebut memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 800 hektare. Cuaca dan angin kencang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pemadaman melalui jalur udara sehingga operasi darat menjadi salah satu fokus penanganan ketika operasi udara belum memungkinkan dilaksanakan secara optimal.

Penanganan dilakukan melalui empat pos, yakni Pos Induk Gondosuli, Pos Aju Cemara Kandang, Pos Aju Tambak di Desa Berjo, dan Pos Aju Cetho di Desa Gumeng.

Empat Pos Menjalankan Operasi Darat dan Pengamanan Kawasan

Laporan BPBD Karanganyar mencatat pergerakan personel di sejumlah jalur untuk mencegah perluasan kebakaran, melakukan pemantauan, membuat sekat bakar, dan melindungi jalur pipa air bersih yang digunakan masyarakat.

1. Pos Induk Gondosuli

Dua regu bergerak melalui jalur Desa Gondosuli untuk melakukan pemantauan dan membuat sekat bakar atau ilaran api. Langkah ini bertujuan mencegah perambatan api ke petak lain sekaligus mengamankan jalur pipa air bersih. Sebanyak 52 personel dilaporkan menuju jalur pampung dan jalur Babadan.

2. Pos Aju Cemara Kandang

Dua regu bergerak melalui jalur pendakian Cemara Kandang untuk membuat sekat bakar, mencegah perambatan api, dan mengamankan jalur pipa air bersih. Sebanyak 39 personel dilaporkan menuju Pos I dan jalur menuju puncak.

3. Pos Aju Tambak, Desa Berjo

Tiga regu bergerak melalui jalur pendakian Tambak untuk mendukung pemadaman, membuat sekat bakar, dan melakukan pemantauan visual. Sebanyak 67 personel dilaporkan menuju Pos III dan Pos IV melalui jalur pendakian Tambak.

4. Pos Aju Cetho, Desa Gumeng

Dua regu bergerak untuk mengamankan jalur pipa air bersih yang digunakan warga sehari-hari sekaligus membuat sekat bakar. Sebanyak 116 personel dilaporkan menuju Pos IV melalui jalur pendakian Cetho dan Pos III melalui jalur pendakian Segoro Gunung.

Pembagian tugas tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak hanya berorientasi pada pemadaman titik api, tetapi juga pada pencegahan perluasan kebakaran dan perlindungan infrastruktur penting bagi masyarakat.

Water Bombing Gunakan Sekitar 24.000 Liter Air

Selain operasi darat, pemadaman juga didukung operasi udara atau water bombing menggunakan helikopter TNI.

Dalam laporan per 22 Oktober 2026, tercatat empat sortie penerbangan dengan 12 kali pengeboman air dan penggunaan sekitar 24.000 liter air.

Helikopter yang tercantum dalam laporan meliputi H-3216 milik TNI Angkatan Udara serta Mi-17V5 Hip H dari Puspenerbad/TNI Angkatan Darat.

Meski demikian, cuaca dan angin kencang menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi udara. Karena itu, pelaksanaan pemadaman perlu menyesuaikan kondisi lapangan dan didukung pergerakan personel darat.

Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Jalur Air Bersih

Salah satu fokus penanganan karhutla Gunung Lawu adalah pengamanan jalur pipa air bersih yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam rencana kegiatan berikutnya, Pos Induk Gondosuli akan melanjutkan pembuatan sekat api di sekitar hutan alam, pengamanan objek wisata, dan perlindungan jalur pipa air bersih.

Pos Cemara Kandang dijadwalkan melanjutkan pengamanan jalur pipa air bersih dan pembuatan sekat bakar. Pos Tambak akan melakukan pemantauan serta pembuatan sekat bakar, sedangkan Pos Cetho berfokus pada pengamatan dan pengamanan jalur pipa air bersih yang digunakan warga.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penanganan kebakaran turut mempertimbangkan dampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan keamanan kawasan wisata, selain upaya menghentikan penyebaran api.

Strategi Pemadaman Disesuaikan dengan Cuaca dan Kondisi Lapangan

Dalam kesimpulan laporan BPBD Karanganyar, apabila operasi darat dapat dilaksanakan sementara operasi udara belum memungkinkan atau tertunda, pergerakan akan difokuskan pada tim darat.

Pemantauan udara menggunakan drone juga menjadi bagian dari upaya mengamati perkembangan kondisi kawasan terdampak. Sementara itu, pelaksanaan water bombing disesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.

Dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai sekitar 800 hektare, penanganan kebakaran Gunung Lawu membutuhkan koordinasi berkelanjutan, pemantauan perkembangan api, serta upaya mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

Data BPBD Karanganyar menunjukkan bahwa penanganan dilakukan melalui kombinasi pemadaman udara, pengerahan personel darat, pembuatan sekat bakar, dan perlindungan infrastruktur air bersih. Perkembangan selanjutnya bergantung pada kondisi cuaca dan efektivitas pengendalian api di lapangan.

Sumber: Laporan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu, BPBD Karanganyar, Kamis, 22 Oktober 2026.

 

  • Penulis: Kasan Ngali

Rekomendasi Untuk Anda

Peserta pelatihan wayang siluet bersama Sanggar Seni Madhangkara di Jaten, Karanganyar

Sambut Hari Wayang, Sanggar Madhangkara Libatkan Lebih dari 50 Peserta dalam Pelatihan Wayang Siluet

  • 4 jam yang lalu
  • Kasan Ngali

Sanggar Seni Madhangkara di Jaten, Karanganyar, menggelar pelatihan wayang siluet sepanjang Oktober 2026 untuk menyambut Hari Wayang pada November. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 50 peserta dari lingkungan sekitar sanggar sebagai upaya mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda. KARANGANYAR — Menyambut peringatan Hari Wayang pada November 2026, Sanggar Seni Madhangkara di Jaten, Karanganyar, menggelar pelatihan […]

Pemkab Karanganyar Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-109, Semangat Sesarengan Warnai Puluhan Agenda Kegiatan

Pemkab Karanganyar Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-109, Semangat Sesarengan Warnai Puluhan Agenda Kegiatan

  • 6 jam yang lalu
  • Kasan Ngali

Pemkab Karanganyar Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-109, Semangat Sesarengan Warnai Puluhan Agenda Kegiatan KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Karanganyar Tahun 2026 melalui peluncuran logo dan agenda kegiatan di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (21/10/2026). Mengusung semangat “Melaju dengan Inovasi, Bertumbuh dengan Kolaborasi” serta “Sesarengan […]

×
×